3 Efek yang Biasa Dirasakan Pasca Operasi Tiroid
Pernah dengar soal gangguan tiroid? Tiroid alias kelenjar di area leher ini bertugas mengatur berbagai sistem metabolisme tubuh. Peranya pada tubuh kita sangatlah vital, mulai dari berkaitan dengan detak jantung hingga kesuburan.
American Thyroid Association dalam situsnya mengemukakan bahwa ada beberapa gejala yang biasa dialami oleh mereka yang memerlukan operasi ini. Misalnya karena adanya pembengkakan atau gondok yang sudah mengganggu sistem pernapasan. Operasi yang biasa dikenal dengan nama tiroidektomi ini berbentuk pengangkatan sebagian atau seluruh tiroid. Tentu, tindakan medis ini berisiko memberikan efek samping yang wajib kamu antisipasi untuk memahami cara penanganannya. Apa saja?
1. Nyeri bekas operasi
Dikutip dari medicalnewstoday.com, biasanya setelah operasi akan timbul rasa nyeri di area leher. Karenanya, 1-2 hari pasca operasi kamu pasti akan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bertekstur cair, serta tidur dalam keadaan leher yang lebih tegak untuk kenyamanan. Untuk nyerinya, kamu juga akan mendapatkan obat pereda rasa sakit yang wajib dikonsumsi secara rutin, sesuai dosis yang dianjurkan.
2. Suara jadi serak dan lemah
Jangan khawatir jika kondisi yang satu ini terjadi, sebab memang hal ini wajar dialami pasca tindakan. Penyebabnya ialah adanya iritasi pada saraf akibat alat yang digunakan pada saluran nafas selama tindakan operasi. Untuk mengatasinya, dokter umumnya akan menganjurkan throat spray untuk membantu pemulihan fungsi suaramu. Konsultasi THT rutin juga dibutuhkan, untuk memastikan saluran pernapasan maupun suaramu bisa berangsur-angsur pulih dan bekerja normal.
3. Bekas luka yang mengganggu
Bekas luka pasca operasi tiroid memang sudah tak terhindarkan. Namun jangan dianggap sepele, sebab merawat bekas luka sama pentingnya dengan merawat luka. Segera setelah luka kering dan benar-benar sembuh, rawat bekas luka sebelum terlambat agar tidak mengganggu penampilan. Salah satu solusi perawatan bekas luka yang bisa diandalkan ialah dengan menggunakan Dermatix® Ultra . Mengandung formula CPX technology dan vitamin C Ester, gel ini terbukti secara klinis mampu memudarkan hingga 80%* setelah penggunaan teratur.
Kegunaan Dermatix® Ultra ini bisa kamu rasakan lewat beberapa variannya. Varian 5 gr cocok untuk perawatan bekas luka ringan, sedangkan varian 9 gr pas untuk merawat bekas luka sedang dengan waktu perawatan yang membutuhkan setidaknya 2 bulan.
Cara pemakaian Dermatix® Ultra pun tergolong praktis. Hanya satu kali usap seukuran sebutir biji jagung, untuk bekas luka sepanjang 15 cm. Oleskan pada bekas luka yang sudah kering 2 kali sehari selama setidaknya 8 minggu, untuk hasil terbaik. Perlahan-lahan, kamu bisa melihat perubahannya dari hari ke hari. #JanganSetengahSetengah untuk merawat bekas luka. Yuk teliti dalam memercayakan kesehatan kulit kita, biar tetap sehat terawat!
*Berdasarkan studi observasi berskala besar - MUIH Centre Study oleh Dr. M. Sepermanesh. Kompedium Dermatologie 2006: 1: 30-32.


