Bisnis Donat Rumahan Meitta Makin Laris
Bertahan pada masa pandemi bukanlah cerita baru yang muncul pada sepanjang 2020. Justru, bagi sebagian orang, rasa putus asa membawa berkah. Seperti yang dialami Meitta, perempuan yang terkena dampak langsung pandemi Covid-19, namun dapat bangkit lewat bisnis kuliner yang dijalaninya.
Kondisi ini tentu tak pernah terbayangkan sebelumnya. Lima tahun berkarier di sebuah agensi, tentu kondisi ini bukan yang diharapkan Meitta. Meskipun ia tidak terkena PHK dari tempatnya bekerja, namun terpaksa perusahaan memberlakukan kebijakan pemotongan gaji. Sejak April 2020, nominal gaji yang diterima Meitta tidak lagi utuh karena dipotong 30%.
Meskipun mendapat pilihan untuk resign secara sukarela dan menerima pesangon yang diluar dari hitungan normal, Meitta merasa, bertahan adalah pilihan tepat untuk saat ini. Karena ia yakin, kondisi pandemi tidak akan selesai dengan cepat.
"Mau resign (dari kantor), tapi bagaimana, mencari kerja juga sekarang susah. Jadi, lebih baik aku bertahan dengan gaji seadanya, daripada tidak memiliki penghasilan sama sekali," ungkap Meitta.
Mencoba hal baru
Kondisi ini akhirnya membuat Meitta mencoba beberapa hal baru, khususnya pada akhir pekan. Untuk melepas jenuh kala weekend, Meitta mulai tertarik dengan dunia masak. Berawal dari keisengan, ia pun mencoba membuat beberapa ragam masakan, mulai dari cookies, cake, pasta, hingga aneka roti, salah satunya donat.

Foto: Pexels
Donat pun menjadi salah satu masakan Meitta yang banyak dipuji teman-teman dan keluarganya. Bahkan, banyak yang menyarankan untuk dijual. "Sebenarnya awalnya enggak pede mau jualan. Masih maju mundur, banyak takutnya. Tapi, keluarga dan teman-teman justru mendukung, dan akhirnya jualan, deh," ungkap Meitta.
Meitta kemudian membuka sistem PO dan mulai mempromosikan donat buatannya melalui media sosial. Ia pun mulai berinovasi, dari mulai berjualan donat biasa, hingga kini ada varian donat frozen. Setelah beberapa bulan berjalan, keuntungan bisnisnya cukup menjanjikan, bahkan justru melebihi gaji bulanan yang ia terima.
Karena bisnisnya mendapat antusiasme tinggi dari calon pembeli, Meitta pun mencoba untuk menyediakan stok agar dapat langsung di beli di sejumlah aplikasi e-commerce. Bahkan, ia kini sudah memiliki satu asisten, yang dipercaya untuk menangani proses produksi pembuatan donat.

Foto: Unsplash
Bukan tanpa risiko
Kesuksesan yang dicapai Meitta hingga sekarang tidaklah mulus begitu saja, karena ada beberapa risiko yang mengintai. Ia mengungkapkan, salah satu kejadian yang paling diingat adalah ketika terkena minyak panas dan membuat salah satu bagian tubuhnya terluka akibat peristiwa tersebut.
"Dulu pernah, aku kena minyak panas. Ya, saat itu aku pasrah saja. Bahkan, lukanya membekas di tangan dan hingga bikin aku trauma. Untungnya, saat ini sih (bekas lukanya) sudah mulai memudar," kata Meitta.
Meitta mengaku sempat khawatir akibat bekas luka yang ditinggalkan oleh peristiwa terkena minyak panas tersebut. Namun, saat berkonsultasi dengan dokter, ia disarankan untuk menggunakan Dermatix Ultra, sebagai solusi untuk perawatan bekas luka yang tergolong ringan tersebut.
Dermatix Ultra merupakan gel silikon yang telah tersertifikasi halal. Kemampuannya mampu menjawab permasalahan untuk memudarkan bekas luka dan meratakan bekas luka menonjol. Formulanya juga terdepan, karena Dermatix Ultra dilengkapi dengan CPX technology dan vitamin C Ester yang terbukti secara klinis untuk pudarkan bekas luka hingga 80%*.
Teksturnya juga sangat lembut, dan berwarna transparan, sehingga saat diaplikasikan, kamu bisa tetap menggunakan makeup di atasnya. Saat menggunakan Dermatix Ultra, kamu tidak perlu memijatnya karena cukup oleskan dan gel ini akan meresap sempurna.
Penggunaannya bisa dipakai pada tubuh, wajah, sendi, dan bagian lainnya. Ukurannya juga tersedia lengkap, mulai dari tube 9g dan 15g. Namun ingat, tidak ada yang hasil yang instan untuk menghilangkan bekas luka. Ikuti prosesnya dengan penuh komitmen agar hasilnya optimal.
Pengalaman Meitta ini bisa kamu jadikan pembelajaran penting, karena pandemi bukanlah akhir dari segalanya. Justru kamu bisa tetap kreatif di situasi yang serba tak pasti seperti saat ini. Selain itu, jangan jadikan bekas luka sebagai penghalang kreativitas kamu dan percayakan solusinya pada Dermatix Ultra.



*Berdasarkan studi observasi berskala besar - MUIH Centre Study oleh Dr. M. Sepermanesh. Kompedium Dermatologie 2006: 1: 30-32.