Copyright © 2020 Menarini Asia-Pacific
(Co. Reg. No. 200503853W)

4 Aktivitas Pemicu Kecelakaan Kecil di Dapur

 

 

Dapur sudah pasti jadi salah satu area kekuasaan yang dapat membuat kamu bebas berkreasi menciptakan masakan. Setuju?

Tapi menurut data Home and Leisure Accident Surveillance System, tak kurang dari 6.8 juta kecelakaan yang terjadi di Inggris sepanjang tahun justru terjadi di dapur.  Hal ini bukan tak mungkin terjadi di Indonesia, mengingat kultur memasak di negara kita juga cukup kuat.

Lantas, mau tahu hal apa saja yang berisiko buatmu cedera?

1. Luka gores ketika pakai pisau 

Ini risiko yang paling sulit dihindari. Apalagi jika sedang mengolah aneka daging dan ikan. Jika kurang hati-hati, kulit kita bisa jadi langsung tergores. Karenanya, belajar menggunakan pisau dengan benar itu adalah skill yang wajib dimiliki untuk kamu yang mau aktif di dapur.

2. Serangan minyak yang meletup

Tantangan menggoreng bahan makanan adalah serangan minyak. Saat melakukannya, sebaiknya kamu menutup penggorengan. Dengan begitu risiko minyak meletup mengenai anggota tubuhmu jadi mengecil. Selain itu untuk menghindari letupan minyak pastikan bahan makanan yang akan digoreng memiliki sedikit kandungan air serta gunakan panci yang dalam kondisi kering pula ya!

3. Terkena benda tajam atau panas

 

Terkena benda tajam atau panas

Beberapa perangkat memasak memang perlu diwaspadai penggunaannya. Mulai dari pisau dan garpu yang cenderung tajam, atau sodet bekas menggoreng yang suhunya tidak bersahabat. Kalau kamu tidak teliti dalam menyimpan, maka bukan tak mungkin selama proses memasak kamu bisa terluka. Karenanya pastikan kamu meletakkan setiap perangkat di tempatnya tersendiri secara teratur, dan juga membersihkannya dengan seksama setiap habis digunakan. 

4.Kurang hati-hati mengangkat makanan dari oven

Hobi bikin kudapan lezat? Sudah pasti panggangan jadi andalan kamu. Setiap mengolah menu serba dipanggang, kita diharuskan untuk memeriksa langsung kondisi makanan yang sedang diolah. Bila tak waspada, risiko luka bakar pun jadi bahaya yang mengancam. Tindakan preventif paling sederhana ialah dengan melindungi tangan menggunakan sarung tangan panas yang tebal. Namun, bagaimana jika luka bakar terlanjur terjadi?

Yang wajib diingat, janganlah panik. Segera lakukan pertolongan pertama seperti membersihkan luka dengan air mengalir dan memberikan cairan antiseptik. Setelah luka mengering dan benar-benar sembuh, kamu mungkin akan menemukan bekas luka yang tertinggal. Tak perlu berkecil hati, yang penting kamu #JanganSetengahSetengah dalam menanganinya, supaya bekas luka tak semakin parah.

Kamu bisa mengandalkan Dermatix® Ultra , yang dilengkapi formula CPX technology dan vitamin C Ester. Gel topikal ini bekerja baik dalam membantu memudarkan dan menghaluskan bekas luka menonjol. Untuk hasil yang optimal, gunakan gel tipis-tipis seukuran sebutir jagung. Biarkan kering dalam 1-2 menit, dan ulangi pemakaian 2 kali sehari selama setidaknya 8 minggu.

Dengan pemakaian rutin tersebut, bekas luka secara perlahan akan memudar. Rutinitas di dapur pun bisa tetap berjalan seperti biasa. Menyenangkan, bukan?

 

 

PUDARKAN BEKAS LUKAMU SEKARANG
Meratakan, menghaluskan, dan memudarkan bekas luka
Mudah digunakan, cepat kering, dan tidak berminyak
Dengan formula inovatif CPX technology dan vitamin C Ester

RECENTLY VIEWED