Copyright © 2020 Menarini Asia-Pacific
(Co. Reg. No. 200503853W)

Shiarataki, Sahabat Pecinta Diet yang Punya Segudang Manfaat

Urusan berat badan memang kerap selalu jadi concern bagi sebagian banyak orang. Selain untuk penampilan, berat badan tentu merupakan faktor penting untuk menentukan kondisi kesehatan kita. Semakin hari, semakin banyak orang yang mulai bereksplorasi akan alternatif makanan yang bisa disantap sehari-hari. Dan salah satu yang belakangan ini cukup ramai dibicarakan ialah shirataki.

Shirataki merupakan jenis beras dari umbi-umbian hutan yang tergolong rendah kalori. Populer di Jepang sebagai bahan makanan pengganti nasi, membuat shirataki banyak digandrungi oleh  mereka yang sedang berupaya menjaga konsumsi karbohidrat harian.

Selain bebas kalori, beras ini juga bebas kedelai dan bebas gluten. Pengolahannya pun mudah; bisa dikreasikan menjadi bentuk nasi ataupun bihun. Apabila nasi biasa cenderung terasa manis, shirataki biasanya tergolong tawar. Butirannya transparan. teksturnya bening dan kenyal, serta tidak mengandung lemak alias didominasi oleh serat.

Manfaat shirataki

Memakan shirataki bisa membantu menunda pengosongan perut. Kamu akan merasa kenyang lebih lama sehingga akhirnya makan dalam jumlah yang lebih sedikit. Dikutip dari hellosehat.com, kebiasaan mengonsumsi serat glukomanan selama 4 minggu berturut-turut bisa membantu menurunkan hormon ghrelin, yaitu hormon lapar di dalam tubuh. Tak heran, shirataki banyak digunakan untuk bahan makanan diet.

Serat tersebut juga mengandung polisakarida yang bisa membantu usus bekerja lebih baik. Pergerakan usus pun jadi semakin lancar sampai ke pembuangan feses.

Cara mengolah

mengolah shirataki

Khusus beras, sudah pasti harus dicuci bersih dulu sebelum diolah. Kabar baiknya, kamu bisa langsung merebusnya dengan air di panci, tanpa harus pakai magic jar. Takarannya adalah satu gelas shirataki direbus bersama dua gelas air, selama sekitar 15-20 menit.

Untuk mie shirataki yang kering, tinggal direbus sekitar 3 menit sebelum diolah. Sedangkan mie shirataki yang basah, tinggal dibuka dan disiram dengan air mendidih.

Mengingat shirataki sendiri rendah kalori, jangan lupa untuk perhatikan keseimbangan nutrisimu dengan kombinasi protein dan lemak dari bahan makanan yang lain ya. Di situs online, ada banyak sekali resep nutrisi yang bisa kamu pelajari sebagai panduan.

Waspada saat mengolah

pengolahan shirataki

Namanya juga mengolah makanan, berhati-hati haruslah jadi rumusan wajib. Jika tak hati-hati, kamu bisa saja mengalami luka bakar saat merebus beras atau mengguyur shirataki dengan air panas.

Kalau sampai terkena bagian penggorengan yang panas atau kena cipratan air panas saat merebus, segera bersihkan area luka di bawah air mengalir selama sekitar 10 menit dan berikan cairan antiseptik setelahnya. Beberapa waktu setelah luka sembuh dan mengering, segera lanjutkan dengan perawatan bekas lukanya. Pokoknya #JanganSetengahSetengah, supaya bekas lukanya tidak mengurangi rasa percaya diri.

Untuk perawatan bekas luka, kamu bisa mempercayakan pada Dermatix® Ultra yang mengandung formula CPX technology dan vitamin C Ester. Gel topikal ini bekerja baik untuk bantu memudarkan dan menghaluskan bekas luka menonjol. Untuk bekas luka ringan, kamu bisa menggunakan varian 7 gram. Cara penggunaan Dermatix Ultra ialah dengan mengoleskan gel tipis-tipis seukuran sebutir jagung pada area bekas luka yang telah dibersihkan. Biarkan kering dalam 1-2 menit, dan ulangi pemakaian 2 kali sehari selama setidaknya 8 minggu. Kamu pun bisa menggunakan riasan maupun losion seperti biasa setelahnya, karena gel ini transparan, tak berbau, dan tak lengket. Praktis dan solutif, bukan?

Nah, sekarang pasti jadi makin percaya diri mengolah menu diet andalan. Semoga berhasil dan semakin sehat, ya!

PUDARKAN BEKAS LUKAMU SEKARANG
Meratakan, menghaluskan, dan memudarkan bekas luka
Mudah digunakan, cepat kering, dan tidak berminyak
Dengan formula inovatif CPX technology dan vitamin C Ester

RECENTLY VIEWED