Copyright © 2020 Menarini Asia-Pacific
(Co. Reg. No. 200503853W)

Mitos dan Fakta Seputar Penanganan Luka Bakar, Mana yang Benar?

Walau tidak semua orang pernah mengalami luka bakar, namun setidaknya kita harus memahami cara penanganan luka bakar yang tepat. Hal ini adalah langkah tepat yang bisa diaplikasikan saat kita membantu orang lain atau diri sendiri saat mengalami luka bakar.

Jenis luka bakar juga beragam. Ada luka bakar berat, ada juga luka bakar ringan. Walau bagaimanapun, kamu harus bisa memberikan pertolongan pertama pada luka bakar sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Kini banyak mitos yang beredar dan dipercayai seputar penanganan luka bakar dan bekasnya, yang kerap diterapkan oleh banyak orang. Biar kamu terhindar dari mitos yang menyesatkan, Dilansir dari Gooddoctor.id yuk simak apa saja yang sebenarnya dilarang dilakukan untuk mengatasi luka bakar?

1. Menggunakan pasta gigi

Langkah penanganan luka bakar yang sering terjadi adalah dengan mendinginkan luka bakar menggunakan pasta gigi. Padahal pasta gigi mengandung sodium fluoride yang jika dipakai untuk mengolesi luka bakar justru bisa membuat panasnya terperangkap dan menimbulkan inflamasi.

2. Menggunakan es batu

Walau es batu bisa meredakan rasa panas pada luka bakar, tapi langkah ini dapat memperburuk kerusakan jaringan. Ada baiknya untuk memilih menggunakan obat pereda nyeri untuk meredam rasa sakit akibat luka bakar yang terjadi.

3. Memecahkan gelembung luka

Luka bakar menimbulkan gelembung blister yang berguna untuk melindungi luka dari infeksi. Di saat kamu memecahkannya secara sengaja, maka mampu menimbulkan infeksi yang lebih para pada luka.

4. Tidak menutup luka

Gambar Luka

Banyak mitos yang mengatakan jika luka harus dibuka agar cepat kering.  Hal ini tentu tidak benar. Justru luka terbuka akan menimbulkan infeksi yang fatal. Jadi ada baiknya untuk membalutnya menggunakan wound dressing agar pemulihannya tetap terjaga.

5. Didiamkan biar pulih dengan sendirinya

Walau tubuh memiliki kapasitas untuk memulihkan kondisinya, namun luka bakar harus ditangani dengan tepat agar proses penyembuhannya terjadi secara tepat. Apalagi saat kamu mengalami luka bakar serius, tentunya rasa sakit dan tidak nyaman akibat luka harus diatasi oleh ahli agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Setelah mengetahui mitos di atas, kini kita bisa lebih cermat dalam menangani luka bakar dan bekasnya. Jika kamu mengalami luka bakar ringan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan dinginkan luka menggunakan handuk yang sudah dibasahi dengan air dingin, lalu kompres luka hingga terasa dingin dan konsumsi obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa sakitnya.

 

Jika kamu mengalami luka bakar berat, segera larikan ke rumah sakit terdekat. Dan segera tutup luka bakar dengan kain bersih atau plester dingin dan lembut. Serta segera buka perhiasan, ikat pinggang, atau aksesori yang berada di area terbakar.

Jika luka bakar sudah pulih dan kering, rawat bekas luka sebelum terlambat!  Salah satu langkah yang bisa dilakukan dengan Dermatix Ultra yang mengandung CPX technology dan vitamin C Ester, gel ini membantu merawat dan memudarkan bekas luka pada kulit hingga 80%* dengan penggunaan teratur.

Varian Dermatix Ultra beragam, mulai dari bekas luka ringan (varian 5gr) hingga sedang (varian 9gr). Oleskan 2 kali sehari tipis-tipis pada bekas luka yang telah dibersihkan. Ulangi selama 8 minggu pemakaian untuk mendapatkan manfaat Dermatix Ultra secara maksimal. Jadi #JanganSetengahSetengah saat merawat bekas luka yang kamu miliki.

PUDARKAN BEKAS LUKAMU SEKARANG
Meratakan, menghaluskan, dan memudarkan bekas luka
Mudah digunakan, cepat kering, dan tidak berminyak
Dengan formula inovatif CPX technology dan vitamin C Ester
Sumber

*Berdasarkan studi observasi berskala besar - MUIH Centre Study oleh Dr. M. Sepermanesh. Kompedium Dermatologie 2006: 1: 30-32.

RECENTLY VIEWED