Trik Atasi Stres pada Binatang Peliharaan Tercinta

Percayalah, bukan hanya kamu yang bisa stres karena rutinitas. Binatang peliharaan pun juga bisa dilanda stres! Jika kamu tak peka dan mengabaikannya, akibatnya bisa fatal. Yuk, segera simak ulasan di bawah ini supaya kamu bisa mengenali tanda-tandanya:

Stres pada anjing

Anjing yang stres biasanya akan menunjukkan beberapa gejala, seperti menggonggong berlebihan, terus menjauh dari keramaian, perilaku menggigit atau mengunyah benda-benda di sekitarnya, agresif berlebihan, dan muntah atau diare. Menurut Dr Karen Shaw Becker, Veterinarian sekaligus penulis buku The Whole Dog Journal’s Best Homemade Diet Book of All Time, penyebab stresnya sendiri bisa beragam, mulai dari ketidaknyamanan kandang, lingkungan yang bising, berpisah untuk waktu lama dengan sang pemilik, sampai penyajian makanan yang tidak disukai oleh anjing.

Jika menemukan tanda-tanda di atas, segera luangkan waktu untuk menemaninya. Berikan ia mainan, atau ajak playdate bersama anjing lain agar ia bisa bersosialisasi dengan kawanannya. Jika gejala tersebut terus muncul, ada baiknya untuk memeriksakan anjing tersebut ke dokter. Bisa jadi, ada gangguan kesehatan pada tubuhnya.

Stres pada kucing

Menurut cat behaviour specialist, Lynne O'Malley, kucing merupakan salah satu binatang peliharaan yang mudah terbawa stres. Bahkan membawa kucing berjalan-jalan ke luar rumah dengan tali di leher juga bisa membuatnya stres, lho. Meskipun perubahan perilaku dan mood pada kucing sulit dibedakan, namun terdapat beberapa gelagat khusus yang bisa menandakan bahwa ia tengah depresi. Mulai dari agresif ketika bertemu manusia atau hewan lain, suka bersembunyi, menurunnya nafsu makan, dll. Hampir sama seperti anjing, coba luangkan waktu lebih banyak dengannya. Perlahan, ia pasti bisa membuka diri dan kembali aktif bermain denganmu.

Stres pada kelinci

Binatang yang satu ini sering ditemukan mati mendadak tanpa diketahui sebelumnya apa penyakit dan masalahnya. Yang paling sering terjadi ialah stres yang melanda kelinci. Penyebabnya beragam, mulai dari sulit beradaptasi di lingkungan baru, terlalu sering dielus secara kasar, kandang yang kotor dan sempit, dll. Bahkan penelitian terbaru dari Bristol University Vet School di Inggis, kelinci yang tinggal sendirian di kandang juga bisa stres. Untuk menghindarinya, yang utama adalah pantau kondisi kesehatannya setiap saat. Pastikan kandangnya selalu bersih dan bebas lembab, untuk menghindarinya dari gangguan kulit dan scabies. Dan meskipun kandangnya sudah bersih, pastikan juga kelinci kamu lepaskan di area terbuka, sekadar untuk menghirup udara segar atau berjemur di bawah matahari pagi yang sehat.

Satu kesamaan dari tiga binatang peliharaan di atas: saat stres mereka bisa sangat agresif. Waspada jika binatang peliharaan tersebut sampai mencakar dan meninggalkan luka goresan di kulitmu. Segera cuci dengan air mengalir dan berikan antiseptik. Apabila bekas luka telah mengering, atasi dengan Dermatix® Ultra untuk membantu meratakan dan memudarkan bekas luka menonjol dan menghitam yang timbul. Dermatix® Ultra teruji klinis memaksimalkan perawatan bekas lukamu, berkat kandungan Cyclopentasiloxane (CPX) dan vitamin C Ester di dalamnya. Gel ini bisa digunakan untuk semua jenis kulit. Cukup aplikasikan 2 kali sehari selama minimal 8 minggu dan kamu bisa melihat sendiri perubahannya. Untuk perawatan bekas luka, jangan setengah-setengah! Langsung pilih produk yang telah teruji klinis dan mampu pudarkan bekas luka secara maksimal.

Nah, jika si binatang tersayang bebas stres, kamu pun bisa kembali percaya diri dengan kulit minim bekas luka. Pokoknya #JanganSetengahSetengah ya dalam memaksimalkan kebersamaanmu dengan binatang peliharaan di rumah

Tags : Pets bekas luka dermatix #JanganSetengahSetengah #PahamiSolusinya

Posted on, 09.10.2018