Rahasia Makan Gorengan Tanpa Rasa Bersalah

Coba sebutkan, apa cemilan favorit yang gampang ditemukan? Jawabannya pasti gorengan. Memang buat sebagian orang, makan rasanya tak lengkap tanpa lauk penyerta yang serba gurih dan kriuk-kriuk.

Meski begitu, selalu ada kekhawatiran tiap makan cemilan yang satu ini. Ya, tentu saja gorengan tergolong tak sehat bagi tubuh. Untuk menjauhkan tubuh dari berbagai penyakit dan memperoleh berat badan ideal, makan gorengan itu perlu dibatasi. Namun bukan berarti tidak boleh sama sekali.

Selama kita tahu bagaimana cara mengolah dan memproses makanan yang digoreng dengan lebih sehat, tentu akan lebih baik. Untuk itu, yuk pelajari tips di bawah ini biar bebas dari rasa bersalah:

Sebisa mungkin masak sendiri

Menurut Jemma O’Hanlon dari Dietitian Connection.com, semakin kamu mengenal makanan yang akan diolah, maka semakin berkualitas hasilnya. Itu sebabnya, walaupun lebih mudah order makanan via ojek online atau makan di resto, namun mempersiapkan dan mengolah sendiri makanan yang akan kamu makan adalah yang terbaik: termasuk gorengan.

Selain bisa menjamin kebersihannya, kamu tentunya bisa menggunakan bahan-bahan terbaik yang lebih sehat dan dianjurkan. Satu lagi: biasanya lebih ekonomis juga lho biayanya!

Hanya pakai minyak terbaik

Pilihlah minyak goreng berkualitas tinggi, dengan kandungan lemak jenuh yang rendah. Ada banyak varian yang bisa dipilih lho, mulai dari minyak kelapa, minyak zaitun, hingga minyak kedelai. Dibanding minyak curah, jenis-jenis minyak tersebut cenderung lebih dianjurkan untuk kesehatan tubuhmu.

Cari bahan yang berkualitas

Minyak sudah yang terbaik, oleh karenanya bahan makanan juga harus disaring dengan baik. Daripada daging, kamu lebih disarankan untuk memilih ikan. Jika ingin makan kentang goreng, sebaiknya olah kentang sendiri dibanding membeli kentang frozen kemasan. Untuk sayuran, pastikan kamu memilih jenis sayur yang memang cocok untuk ditumis ya; seperti brokoli, buncis, hingga kol dan tauge.

Sesuaikan temperatur

Sesaat sebelum menggoreng, panaskan dulu minyak dengan api kecil agar panasnya merata. Minyak yang terlalu dingin akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memproses bahan makanan. Bahan makanan yang akan diolah pun jadi lebih banyak menyerap minyak tersebut.

Jangan memakai minyak bekas

Dianjurkan untuk memakai ulang minyak sebanyak 2 kali saja. Mengapa? Minyak yang terlalu lama terkena suhu tinggi dan digunakan berkali-kali, akan rusak kandungannya sehingga akan lebih banyak zat radikal bebas yang kandungannya tidak sehat untuk tubuh, terlepas dan menempel pada makanan.

Selesai menggoreng, jangan lupa tiriskan makanan ya agar kelebihan minyak dapat terbuang.

Namanya mengolah makanan, selalu ada risiko terkena cipratan minyak. Untuk luka bakar tersebut, segera aliri luka dengan air mengalir untuk mencegah panas masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam lagi. Setelah itu berikan cairan antiseptik dan tutup dengan kasa.

Nah beberapa hari setelah luka mengering, biasanya akan muncul bekas luka menonjol dan kehitaman yang cukup mengganggu penampilan. Biar #JanganSetengahSetengah, coba deh atasi dengan Dermatix® Ultra.

Gel ini memiliki formula CPX technology dan kandungan vitamin C Ester. Keduanya bekerja mencerahkan noda kulit kehitaman akibat bekas luka. Dermatix® Ultra juga cepat kering, transparan dan tidak berminyak serta terasa lembut di kulit, dan tidak terasa lengket. Aplikasikan secara rutin dan kamu bisa melihat sendiri perubahan yang signifikan secara perlahan. Semoga bermanfaat ya, Ladies!

Tags : What To Love in 2019 February KenaliBekasLukamu dermatix

Posted on, 10.06.2019