Mitos Seputar Bekas Luka yang Masih Banyak Dipercaya

Apa yang menyebalkan dari bekas luka? Tentu ialah bagaimana bekas luka tersebut bisa mengganggu kepercayaan diri kita. Apalagi jika berada di area yang terbuka, seperti tangan ataupun area wajah. Tak heran jika banyak usaha yang dilakukan untuk membuat bekas luka tersebut memudar.

Sayangnya, seringkali kita melakukan usaha tersebut hanya berdasarkan anggapan yang beredar. Padahal jika tak benar, kulit kita lho yang akan jadi korbannya. Oleh karena itu, yuk kita simak bersama mitos seputar bekas luka di bawah ini: apakah benar?


1. Lemon untuk menghilangkan bekas luka  

Memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, lemon dipercaya baik untuk mencerahkan kulit. Tapi ingat, lemon juga memiliki kandungan asam yang tinggi sehingga bisa membuat kulit teriritasi. Mengaplikasikan lemon langsung ke kulit, terutama pada area bekas luka, hanya akan menjadikan bekas luka semakin sensitif. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan lemon pada bekas luka dan tangani segera dengan formulasi tepat.


2. Menggunakan vitamin E pada bekas luka 


Ini juga salah satu mitos yang berkembang di masyarakat. Namun, menurut para pakar dermatologi, vitamin E tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki bekas luka di kulit. Vitamin ini memang bekerja baik menutrisi kulit, namun tidak untuk memudarkan pigmentasi yang terjadi. Seperti yang diketahui, bisanya kulit akan mengalami pigmentasi dan perubahan tekstur setelah mengalami trauma akibat luka. Oleh sebab itu, menggunakan vitamin E saja tidaklah cukup, Ladies!


3. Bekas luka bisa menghilang dengan sendirinya 

Ini juga sering sekali kita alami saat melihat bekas luka yang kita miliki. Padahal, bekas luka baru dari luka yang telah sembuh dan mengering harus segera cepat ditangani untuk meminimalisir bekas yang sulit dihilangkan. Walaupun kulit memang mampu pulih dan beregenerasi dengan sendirinya, tapi di saat kulit memiliki trauma yang besar, tentu harus dibantu dengan sejumlah formula agar pemulihannya lebih baik. Jadi, mendiamkan bekas luka begitu saja tentu tidaklah cukup. 


4. Berjemur agar bekas luka tersamarkan 

Banyak orang sengaja berjemur untuk memudarkan tampilan bekas luka, agar warna kulit terlihat lebih rata. Padahal, dengan berjemur justru akan membuat bekas luka semakin menghitam dan sulit dihilangkan. Jadi, hindarilah berjemur di bawah paparan sinar matahari langsung. Terlebih tanpa adanya proteksi kulit dari sinar UV A dan UV B.

Empat mitos di atas adalah hal yang hingga kini masih banyak dilakukan. Apalagi banyak yang menyamakan merawat luka dan bekas luka. Padahal dua hal tersebut jelas berbeda. Penanganan bekas luka harus dilakukan sesegera mungkin setelah luka sembuh dan benar-benar kering, sehingga tidak menimbulkan bekas yang signifikan.

Rawat sebelum terlambat dengan produk yang tepat, salah satunya ialah dengan Dermatix Ultra . Gel topikal ini bekerja baik untuk bantu memudarkan dan merawat bekas luka, serta secara klinis dapat memudarkan bekas luka hingga 80%* setelah pemakaian teratur.

Kamu bisa merasakan sendiri kegunaan Dermatix UItra  lewat varian-variannya. Mulai dari ukuran 5 gr untuk bekas luka ringan, hingga ukuran 15g r yang dapat digunakan selama 2 bulan untuk bekas luka yang lebih berat, misalnya pasca operasi. Usapkan pada area bekas luka, 2 kali sehari selama minimal 8 minggu. #JanganSetengah Setengah ya untuk urusan perawatan bekas luka. Kalau kulit sehat dan terawat, kamu pasti senang dan makin percaya diri!

*Berdasarkan studi observasi berskala besar - MUIH Centre Study oleh Dr. M. Sepermanesh. Kompedium Dermatologie 2006: 1: 30-32. 

Tags : November KenaliBekasLukamu Educate yourself

Posted on, 19.12.2019