Mau Segera Pulih Setelah Menjalani Operasi Caesar? Baca ini

Ketika si kecil lahir, tentu bukan main senangnya. Tapi ketika kamu harus melahirkan dengan operasi caesar, sudah pasti tidaklah mudah proses penyembuhannya. Ada proses panjang yang harus dijalani. Mulai dari penyembuhan luka sampai menjaga emosi.

Berat memang, tapi kamu tidak sendiri kok. Ada banyak wanita di luar sana yang menjalani proses yang sama. Nah, agar bekas luka jahitan lekas pulih, berikut tipsnya:

Semangat bergerak

Rasa sakit yang dialami bisa jadi bikin kamu berpikir, tidak akan mampu berjalan. Tapi kamu perlu kalahkan pikiran itu. Dalam waktu 1x 24 jam setelah proses operasi, kamu harus mulai bergerak.

Dimulai dari menggerakkan pergelangan kaki di tempat tidur. Setelah itu perlahan coba berjalan ringan di sekitar tempat tidur. Harus semangat dong! Kamu pasti mau segera menggendong si bayi mungil, kan?

Ingat juga kalau semakin cepat bangun dan bergerak, sirkulasi darah pun jadi lancar. Bergerak juga akan mencegah kamu terserang sembelit dan membantu tubuh segera pulih pasca-operasi.

Rawat bekas luka jahitan

Pemulihan persalinan caesar memakan waktu lebih lama daripada melahirkan normal. Ada risiko mengalami infeksi luka operasi, akibat perawatan yang kurang baik atau terkontaminasi kuman. Dokter atau bidan akan membersihkan luka bekas operasi yang terinfeksi dengan cairan antiseptik, dan memberi obat antibiotik.

Kamu pun akan dianjurkan untuk menghindari aktivitas berat, seperti mengangkat barang berat, juga perlu cukup istirahat serta konsumsi makanan bernutrisi - khususnya protein hewani - untuk mempercepat penyembuhan luka dan pemulihan tubuh.

Ingat, jangan sering menggosok bekas luka operasi kamu, mengingat jahitannya bisa jadi belum merekat sempurna. Sebaiknya cukup dibasahi dan usap lembut bekas lukanya. Proses penyembuhan tentunya jangan setengah-setengah. Setelah mengering, segera pudarkan bekas luka dengan Dermatix Ultra. Dengan pemakaian teratur 2 kali sehari selama 8 minggu akan terlihat hasilnya.

Temukan Support Terbaik

Bekas luka yang belum kering, bayi yang terus menangis tanpa kamu tahu kemauannya, dan kondisi fisik yang belum pulih bisa bikin kamu frustasi. Jangan langsung mau transformasi jadi supermom yang merasa bisa mengatasi semuanya sendiri. Kamu butuh bantuan, dari team support. Bisa suami, orang tua, atau asisten rumah tangga dan perawat bayi.

Minta suami yang masih dalam masa cuti untuk membantu menenangkan si bayi mungil yang menangis, supaya kamu bisa istirahat atau sekadar makan dengan tenang. Sejak pulang dari rumah sakit, mulailah memerah ASI supaya orang lain bisa sejenak menggantikan peran kamu.

Tapi sebaiknya jangan berlama-lama merasa frustasi. Coba deh bersyukur atas bayi sehat yang sekarang jadi pelengkap rumah tangga. Tidak usah pasang target terlalu tinggi untuk bisa melakukan semuanya di awal kepulangan dari rumah sakit. Sekali lagi, kamu butuh bantuan untuk merapikan rumah yang berantakan, menyiapkan makanan, atau bahkan mengurus si kecil, selama kamu masih dalam masa pemulihan pasca operasi.

Mencukupi Waktu Istirahatmu

Kelelahan? Pastinya! Karena itu, kamu dianjurkan istirahat setiap kali si bayi tidur, termasuk di siang hari, mengingat malam harinya pasti kamu sering begadang. Tidur tak hanya bantu mengembalikan energi, tapi juga mendukung pertumbuhan jaringan dalam membantu proses penyembuhan luka. Jangan lupa banyak minum air putih dan konsumsi makanan kaya serat untuk mencegah konstipasi, sehingga proses BAB tidak perlu terlalu mengejan, yang nantinya malah bisa meregangkan luka operasi.

Tunda dulu olahraga

Selain cukup tidur, kamu juga dianjurkan untuk tidak beraktivitas yang menyebabkan tekanan pada perut meningkat, seperti naik dan turun tangga berulang kali. Ini artinya kamu dilarang buat olahraga dulu. Memang, sih pasti kamu mau buru-buru menurunkan berat badan dan kembali ke bentuk tubuh seperti sebelum hamil, tapi tunda dulu karena akan berbahaya buat bekas luka operasi. Dan ingat, dengan mengurus sendiri plus menyusui si bayi mungil, kamu punya kesempatan buat lekas menurunkan berat badan. Semangat ya!

Kalaupun bersikeras buat olahraga, kamu bisa coba yoga. Tapi lupakan gerakan ekstrem, lebih baik kamu melakukan pengaturan pernapasan yang juga bisa bikin pikiran relaks dan fresh.

Minum minuman berkafein

Perlukah kamu minum ASI booster buat menambah jumlah air susu? Sebenarnya kamu tidak usah terlalu khawatir akan produksi air susu. Sebab tubuh akan memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Plus, jika kamu rajin memompa dengan jadwal teratur, pasti hasilnya semakin lama akan bertambah banyak produksinya.

Nah, menyusui, memompa, dan menjaga bayi sudah tentu bikin kamu kelelahan. Hingga terkadang kamu merasa butuh kafein buat ekstra energi? Tapi apakah boleh? Menurut penulis buku Breastfeeding : A Guide For the Medical Profession, ibu menyusui masih bisa minum secangkir kopi dalam sehari tanpa perlu khawatir hal itu akan berpengaruh buruk pada bayinya.

Dengan mencoba tips di atas, kamu akan menjalani pasca-operasi caesar dengan nyaman, bahagia, dan tentu saja tidak ada luka bekas operasi bikin tidak percaya diri. Cihuy! 

Posted on, 11.06.2018