Mau Bikin Sabun Natural? Begini caranya




Gaya hidup serba natural makin dikenal dan banyak penggemarnya. Sudah pasti ini kabar baik, karena biasanya semua yang serba natural lebih bersahabat dengan bumi, dan pastinya bebas bahan kimia yang punya dampak buruk pada tubuh.

Dan tak cuma soal makanan serba alami yang banyak penggemarnya, masalah barang keperluan sehari-hari juga makin banyak yang serba natural.

Salah satu yang sekarang makin populer adalah sabun mandi natural.  Apalagi, tak jarang dalam bahan pembuat sabun mandi terkandung deterjen yang sebenarnya tidak cocok untuk tubuh manusia.  Dan ternyata, untuk membuat sabun mandi natural, bahannya  tidaklah sulit. Malah proses pembuatannya sangat mengasyikkan. Bahkan, kamu bisa memilih bahan alami favorit untuk jadi sabun mandi terbaik. 

Yang paling sederhana, sabun mandi natural bisa dibuat dengan memakai lima jenis minyak yang sangat bermanfaat untuk kulit, antara lain minyak zaitun, minyak kedelai, minyak kelapa, minyak sawit dan minyak castor, plus sedikit beeswax alias lilin madu.

Untuk aromanya ditambahkan vanilla fragrance. Atau kamu mau yang bisa menenangkan? Sudah pasti lavender atau mint bisa jadi pilihan.

Yang istimewa, sabun natural juga mengandung gliserin alami yang sangat bermanfaat untuk menjaga kelembapan dan mencegah kulit jadi kering. Jadinya, tak lagi wajib pakai body lotion, karena dengan memakai sabun mandi natural bisa menjamin kulit tetap lembap sepanjang hari.

Begini resepnya

Bahan:

142 gr minyak kelapa
142 gr minyak sawit
452 gr minyak zaitun
102 gr NaOH
240 gr air
20 gr pewangi

Cara membuat

Campur NaOH dengan air, caranya adalah memasukkan NaOH ke dalam air, bukan sebaliknya. Cara ini wajib ditaati, mengingat NaOH adalah bahan kimia yang reaktif. Panaskan sejenak larutan sampai suhunya mencapai sekitar 45 derajat celcius, atau setengah mendidih, dengan menggunakan panci stainless steel. Ingat, jangan yang berbahan aluminium atau seng, karena alumunium mudah kerosif jika terkena larutan NaOH.


Lalu, ketika larutannya sudah mencapai suhu 45 derajat celcius, panaskan minyak sebentar pada panci terpisah dan jaga agar suhu minyak dan larutan NaOH sama yaitu 45 derajat celcius.

Setelah itu, masukkan larutan NaOH ke dalam minyak, aduk rata sampai teksturnya jadi kental. Kalau kamu merasa terlalu lama mengaduk manual, coba pakai bantuan hand blender, sehingga hanya butuh waktu 30 detik saja. Dan ketika sabun sudah mulai mengental, tambahkan pewangi, pewarna, atau ekstrak tanaman.


Setelah semua tercampur rata, tuang adonan sabun ke dalam cetakan yang telah dialasi plastik atau kertas lilin. Bisa pilih beragam kemasan jadi cetakannya. Mulai dari kotak bekas  permen, atau cetakan kue dan es yang menggemaskan. Yang penting, proses harus dialasi plastik atau kertas lilin agar sabun tidak lengket di wadah cetakan. 
Tutup bagian atas dengan plastik, tutup permukaannya dengan kain yang tebal.


Diamkan selama 24 jam agar proses saponifikasi /proses menjadi sabun benar-benar sempurna. Keluarkan sabun dari cetakan dan potong2 sesuai selera. Baru setelah itu keringkan sabun di tempat yang cukup ventilasi selama 4 – 6 minggu. Voila! Sabun pun siap dipakai.

Panduan penting
Selama proses membuat sabun natural, pilih baju lengan panjang, kaca mata pelindung, masker dan sarung tangan karet. Kamu wajib hati-hati, jangan sampai terkena area mata karena bisa fatal akibatnya. Begitupun bila terkena kulit, bisa timbul rasa nyeri seperti rasa terbakar.

Lokasi terpilih
Lakukan di ruangan terbuka, misalnya di taman atau di tempat yang mempunyai udara bebas. Jangan menghirup udara yang keluar dari larutan ini. Selalu masukkan NaOH ke dalam air secara perlahan. 

Antisipasi risiko

Seperti dijelaskan di atas, proses pembuatan sabun natural bisa berisiko luka bakar akibat terkena adonan saat masih panas.

Lalu apakah kamu harus jera? Tentu saja tidak, mengingat hasil akhirnya akan bagus dan punya segudang manfaat. Namanya luka bakar, tinggal dibersihkan dan diobati. Langsung cuci luka di bawah air mengalir, lalu obati dengan antiseptik. Atau konsultasikan dengan dokter apabila luka bakarnya cukup berat.

Bagaimana dengan bekas lukanya yang akan membuat kurang pede? Nah, segera setelah lukanya kering dan sembuh, lakukan perawatan lanjutan untuk bekas lukanya. #JanganSetengahSetengah, supaya bekas luka kamu tidak menghitam dan menonjol. 

Serahkan pada Dermatix® Ultra, dengan formula CPX technology dan vitamin C Ester. Gel topikal ini bekerja baik dalam membantu memudarkan dan menghaluskan bekas luka di kulit wajah dan tubuh. Untuk hasil yang optimal, gunakan gel tipis-tipis seukuran sebutir jagung. Biarkan kering dalam 1-2 menit, dan ulangi pemakaian 2 kali sehari selama setidaknya 8 minggu.

Seperti pengalaman Yuliana (24), “Setelah memakaiDermatix Ultra  selama 4 minggu, luka di pergelangan kaki saya akibat kecelakaan menjadi memudar. Luka yang sebelumnya membuat kulit saya timbul dan tidak rata pun perlahan mulai tersamarkan. Terima kasih Dematix Ultra”

Selamat mencoba, semoga bisa menghasilkan sabun terbaik, buat tubuh dan bumi tercinta.

Tags : independence in daily life dermatix ultra #JanganSetengahSetengah Ketahui caranya

Posted on, 24.08.2019