Kulit Tetap Cerah dan Mulus Pasca Bercukur, Ini Tipsnya!





Ladies, metode apa sih yang kamu andalkan untuk menghilangkan bulu? Walaupun tempat untuk waxingdan laser hair removal kini berjamuran, teknik self-shaving sering diandalkan. Selain lebih hemat, cara satu ini memang paling mudah untuk dilakukan sendiri; kapan saja dan di mana saja.

Banyak yang ragu bercukur di rumah karena takut menimbulkan beragam masalah bagi kulit. Namun sebenarnya, jika kamu melakukannya dengan benar, bercukur itu aman, kokNah, agar ritual bercukur berjalan dengan lancar dan tetap aman untuk kulit, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Awali dengan eksfoliasi

Eksfoliasi membantu menyingkirkan penumpukan sel kulit mati dan membuat pisau cukur “meluncur” lebih lancar di atas kulit nantinya. Langkah ini juga bermanfaat untuk mencegah sel kulit mati menumpuk di dalam pisau cukur. Kamu bisa menggunakan scrub, sikat badan, atau loofah.

2. Pastikan kulit dalam keadaan lembap

Sebelum mencukur, rendam atau basahi kulit selama tiga menit dengan air hangat untuk membuat helaian bulu menjadi lebih lembut dan mudah dicukur.

3. Gunakan shaving cream/gel

Setelah kulit terhidrasi dengan baik, aplikasikan shaving cream atau gel dalam lapisan yang cukup tebal ke area yang akan dicukur. Langkah ini penting untuk memberikan proteksi ekstra pada kulit, mencegah bulu terjepit di antara lapisan pisau cukur, hingga mencegah terjadinya goresan.

4. Mencukurlah dengan arah yang benar

-Kaki: Cukur dari arah mata kaki ke arah atas. Tekuk lutut atau tarik kulit di area lutut yang lebih tebal dan berlipat, agar pisau cukur tidak macet dan menggores kulit.

-Ketiak: Cukur mengikuti arah bulu tumbuh. Pastikan kamu mengangkat lengan setinggi mungkin hingga area ketiak tidak berlipat.

-Bikini: Cukur mengikuti arah bulu tumbuh. Ekstra hati-hati saat mencukur area feminin yang lebih sensitif ini ya, Ladies. Pastikan tekanan pisau cukur sangat lembut. Kamu juga bisa menarik area kulit yang akan dicukur, untuk mencegah pisau cukur tersendat di kulit.

5. Aplikasikan pelembap pasca mencukur

Selesai mencukur, bilas kulit dengan air bersuhu ruangan, lalu keringkan dengan gerakan menepuk, bukan menggosok. Hindari juga membilas dengan sabun, karena dapat membuat kulit semakin kering dan teriritasi. Usapkan pelembap atau after-shave lotion untuk mengembalikan kelembapan, sekaligus menenangkan kulit.

6. Rutin ganti pisau cukur

Setelah pemakaian, bilas pisau cukur dengan air mengalir sampai bersih, keringkan, dan pasang tutupnya kembali. Rata-rata pisau cukur dapat bertahan sebanyak 5 sampai 10 kali pemakaian. Jika pisau cukur sudah mulai terasa kasar saat menyentuh kulit, saatnya menggantinya dengan yang baru agar tidak melukai kulit lebih lanjut.

Cukup simpel kan, Ladies langkah-langkah tadi? Walaupun sudah mengikutinya dengan seksama, tak bisa dihindari kemungkinan terjadinya risiko luka akibat tergores pisau cukur. Namun tak perlu khawatir, kamu bisa segera membersihkan luka dan menggunakan cairan antiseptik sebagai pertolongan pertama untuk kulit.

Persoalan mengenai bekas lukanya nanti jangan sampai menyurutkan rasa percaya dirimu. Setelah lukanya dirawat hingga kering, #JanganSetengahSetengah dalam merawat bekas luka menghitamnya. Coba deh kamu rawat dengan menggunakan gel seperti Dermatix® Ultra. Diperkaya dengan Vitamin C Ester, gel ini efektif memudarkan bekas luka yang cenderung bisa nampak kehitaman bila dibiarkan begitu saja.

Cukup oleskan tipis-tipis di area bekas luka dua kali sehari selama minimal 8 minggu. Seiring pemakaian rutin, bekas luka akan berangsur memudar secara signifikan. Selain itu, Dermatix® Ultra juga diformulasi dengan CPX Technology yang membuatnya cepat meresap, tahan air, dan tidak lengket, sehingga nyaman sekali untuk penggunaan sehari-hari. Kulit nampak cantik sehabis shaving, dan tetap menawan juga karena bebas dari bekas luka! Setuju? 

Tags : Resolution PahamiSolusinya Januari dermatix #JanganSetengahSetengah

Posted on, 19.02.2019