Kenalan sama Prurigo, Ancaman Si Darah Manis




Bisa jadi kamu belum familiar dengan istilah prurigo. Tapi kalau disebutkan soal darah manis, pasti kamu langsung ngeh dan paham. Ya, biasanya istilah tersebut dikenal sebagai rasa gatal di kulit yang tak tertahankan, serta menyebabkan luka terbuka pada bagian yang digaruk.

Pada situs Alodokter, disebutkan bahwa prurigo umumnya muncul berupa benjolan atau ruam yang terasa gatal, dan biasanya terjadi di area seperti kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, kaki, dan bokong. Sebagian besar kasus prurigo sudah dimulai sejak masa kanak-kanak; meskipun ada juga yang baru pertama kali mengalaminya ketika usia dewasa.

Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti. Situs HelloSehat menyebutkan bahwa terdapat dugaan dari beberapa ahli medis yang menyebutkan penebalan ujung saraf kulit sebagai faktor pemicu. Namun selain itu, juga terdapat beberapa dugaan lain yang saat ini turut dipercaya bisa menimbulkan kondisi tersebut, seperti:

  • Gigitan serangga. Rasa gatal yang ditimbulkan akibat gigitan serangga membuat penderitanya ingin terus menggaruk, hingga tanpa sadar timbul infeksi dan bekas luka pada kulit
  • Gangguan kesehatan tertentu. Menurut data British Association of Dermatology, sekitar 80 persen penderita prurigo ternyata juga menderita asma, demam, eksim, dan aneka gangguan kesehatan lain. Timbul dugaan bahwa prurigo merupakan bagian dari bentuk alergi yang muncul sebagai reaksi akan gangguan-gangguan tersebut.
  • Reaksi alergi kulit pada faktor tertentu. Misalnya seperti pada obat-obatan, logam tertentu, atau bahkan cuaca yang memicu reaksi alergi gatal pada kulit, dan bertambah buruk ketika kita menggaruknya.

Biasanya prurigo bisa dialami selama kurang lebih 1-2 minggu. Seringkali rasa gatalnya mengganggu keseharian, sehingga kita terus-terusan menggaruk yang berpotensi menimbulkan infeksi dan luka. Ketika tak tertahankan, disarankan untuk segera ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, gunakanlah pakaian yang tidak terlalu ketat dan bahannya nyaman di kulit, untuk menjaga kondisi kulitmu selama proses perawatan. Perhatikan juga sabun dan pelembap yang kamu gunakan. Produk dengan kandungan organik, berbahan dasar air, dan paraben-free amat disarankan untuk menghindari reaksi kulit yang lebih parah.

Lantas bagaimana dengan bekas lukanya?

Rekomendasi dan perawatan yang diberikan oleh dokter mungkin bisa meredakan prurigo alias darah manis yang kamu alami. Namun sudah pasti ada risiko bekas luka yang harus dihadapi ketika luka sudah mengering dan sembuh. Terutama jika sebelumnya kamu tergolong sering menggaruknya, hingga luka semakin buruk dan menimbulkan bekas luka yang tak bisa dianggap remeh.

Untuk merawat bekas luka, terutama yang menonjol, kamu bisa menggunakan Dermatix® Ultra. Setiap hari, aplikasikan gel tersebut 2 kali sehari pada area bekas luka. Tak berwarna dan nyaman di kulit, gel topikal ini bekerja efektif untuk membantu meratakan dan memudarkan bekas luka menonjol. Jika sebelumnya prurigo menimbulkan bekas luka yang menghitam, penggunaan Dermatix® Ultra secara rutin bisa membantumu perlahan merawat kondisi bekas luka tersebut agar lebih cerah.

Gel Dermatix® Ultra  diperkaya dengan CPX Technology dan Vitamin C Ester, yang memang bekerja baik untuk merawat bekas luka tanpa risiko iritasi. #JanganSetengahSetengah dan gunakanlah minimal 8 minggu untuk hasil terbaik. Jessyln (24) sudah merasakan sendiri manfaatnya pada bekas luka yang ia alami akibat garukan.

"Seminggu setelah pemakaian pertama, bekas lukanya terlihat kian membaik. Perlahan bekasnya jauh lebih nggak terlihat; orang-orang di rumah juga bilang kalau bekas lukanya jauh lebih samar!"

Bagaimana, Ladies? Semoga bisa membantumu untuk lebih siap ketika mengalami bekas luka ya! 

Tags : independence in daily life dermatix ultra #JanganSetengahSetengah Ketahui caranya

Posted on, 24.08.2019