Gigitan Anjing VS Kucing, Mana yang Lebih Berbahaya?





Kamu termasuk #TimAnjing atau #TimKucing? Terdapat anggapan bahwa ketika menggigit, gigitan anjing lebih patut diantisipasi daripada kucing karena lebih membahayakan. Hmm, menariknya meski mungkin gigitan kucing itu terlihat lebih kecil, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan hal yang sebaliknya--dan ini patut kita waspadai.

Salah satu penelitian yang memiliki kesimpulan tersebut ialah penelitian yang dilakukan oleh tim Mayo Clinic. Seperti yang dirilis oleh National Center for Biotechnology Innovation, ditemukan bahwa sepertiga pasien yang tergigit kucing di tangan justru berakhir dirawat di rumah sakit, dan dua pertiganya harus dioperasi. Jumlah kasusnya mungkin tak sebanyak yang disebabkan oleh anjing, namun dampak kesehatan yang diberikan justru seringkali lebih menakutkan, lho.

Perbedaan gigitan anjing dan kucing 

Anjing memang memiliki bentuk rahang yang lebih besar dibandingkan kucing, namun cenderung bergigi tumpul. Sementara, gigi-gigi kecil kucing tergolong lebih lancip dan tajam, sehingga mampu melakukan penetrasi dalam ke jaringan tubuhmu saat menggigit. Bakteri yang dibawa oleh air liur kucing bisa masuk lebih dalam ke tubuh hingga memunculkan banyak gangguan kesehatan, seperti infeksi serius atau kerusakan pada tendon dan ligamen. Seringkali mereka yang tergigit cenderung mengabaikan luka kecil yang ditimbulkan kucing dan mendiamkannya, hingga tanpa sadar perlahan muncul gejala-gejala infeksi.

Dibandingkan kucing, gigitan anjing cenderung lebih ringan dampaknya. Namun, tak selamanya mereka yang tergigit bebas dari risiko. Sebab umumnya pada rongga mulut anjing terdapat bakteri C. canimorsusyang bisa menyebabkan infeksi pada darah. Jika daya tahan tubuhmu sedang rendah, maka besar kemungkinan infeksi tersebut bisa memperburuk kesehatan. Karenanya, kamu pun tetap harus waspada.

Apa yang bisa dilakukan jika kita terkena gigitan?

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan. Jika tergigit binatang peliharaan kesayanganmu, berikut ialah hal yang bisa dilakukan segera sesuai rekomendasi dari Animal Medical Center:

  • Bersihkan luka di bawah kucuran air mengalir selama beberapa menit
  • Tekan luka dengan lembut untuk mengeluarkan darah kotor yang mengandung kotoran atau bakteri
  • Berikan alkohol atau cairan antiseptik pada luka, lalu tutup dengan perban
  • Disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter, untuk memastikan luka tersebut benar-benar ditangani dengan tepat

Nah, itulah cara mengatasi luka dengan cepat apabila kamu tergigit kucing atau anjing. Setelah bekas lukanya mengering, #JanganSetengahSetengah melakukan perawatan bekas luka. Terlebih bekas luka yang baru sembuh cenderung akan menggelap karena tidak dapat membentuk pigmen warna baru, dengan tekstur yang cenderung mengerut dan tak elastis. Tak mau kan, hal itu terjadi? Oleh sebab itu, percayakan Dermatix® Ultra untuk memastikan proses perawatan bekas lukamu berjalan smooth.

Dermatix® Ultra ialah gel topikal khusus yang berguna membantu untuk memudarkan dan meratakan bekas luka menonjol. Mengandung formula CPX Technology dan vitamin C Ester, gel ini bekerja baik apabila diaplikasikan pada kulit secara konsisten: 2 kali sehari selama setidaknya 8 minggu. Transparan dan tak lengket, Dermatix® Ultra juga bisa digunakan untuk anak di atas usia 2 tahun, serta ibu hamil. Tentunya disarankan untuk tetap lakukan konsultasi dokter terlebih dulu, ya!

Jadi tak perlu takut akan bekas luka. Asal jangan setengah-setengah merawat bekas lukanya, tentu kamu bisa mendapat hasil yang maksimal! 

Tags : Pets bekas luka dermatix #JanganSetengahSetengah #KenaliBekasLukamu Oktober

Posted on, 19.10.2018