Beragam Fungsi Acid Untuk Perawatan Wajah

Salah satu proses kecantikan yang amat dibutuhkan setiap perempuan ialah eksfoliasi, alias pengangkatan sel kulit mati pada permukaan wajah. Selain membantu proses regenerasi kulit, kulit wajahmu jadi akan tampak lebih cerah dan sehat. Ada banyak metode yang bisa dilakukan untuk melakukannya, salah satunya ialah dengan memanfaatkan reaksi kimia atau acid.

Nah meski penggunaan acid untuk kecantikan dan kesehatan kulit sudah tergolong umum, namun kamu pun tak boleh sembarang mengaplikasikannya ke wajah. Yuk, kenali jenis dan fungsinya lewat artikel ini agar kamu benar-benar memahami kebutuhanmu!

Alpha Hydroxy Acid (AHA)

Acid yang bisa ditemukan di berbagai jenis makanan (buah-buahan, kacang-kacangan, susu, atau gula) ini bekerja di lapisan epidermis paling atas. AHA berfungsi untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati pada permukaan kulit dengan pemakaian secara teratur. Asam jenis ini juga biasanya akan bekerja secara optimal di pH 3-5, serta saat diaplikasikan pada jenis kulit normal hingga kering.

Ada banyak sekali jenis AHA. Jika kamu mencari produk yang dapat membantu melawan tanda-tanda penuaan, maka Glycolic Acid bisa jadi pilihan. Asam yang berasal dari gula ini memiliki molekul yang paling kecil sehingga bisa menembus ke dalam lapisan kulit dan mempercepat proses regenerasi sel kulit. Jika kulitmu tergolong sensitif sehingga ingin kandungan AHA yang cenderung mampu menyeimbangkan pH kulit dan melembutkannya, maka pilihanmu bisa jatuh pada Lactic Acid.

Meski memiliki banyak manfaat, selalulah waspada dengan penggunaan bahan kimia--termasuk AHA. Disarankan untuk bisa memulai produk dengan kandungan AHA rendah terlebih dulu, untuk melihat kecocokannya dengan kulit wajahmu. Apabila kamu ingin menggunakannya di siang hari, maka gunakan tabir surya. Sebab, kandungan AHA cenderung membuat kulit wajahmu jadi lebih sensitif saat terkena sinar matahari.

Beta Hydroxy Acid (BHA)

Jika kamu memiliki masalah dengan jerawat, pasti sudah tidak asing lagi dengan produk-produk yang mengandung BHA. Salicylid Acid adalah salah satu diantaranya. Asam dengan sifat anti-inflamasi ini memiliki kemampuan untuk menembus kelenjar minyak pada kulit, serta mampu membersihkan pori-pori yang tersumbat oleh sebum dan kotoran. Karenanya, asam ini cocok digunakan oleh pemilik kulit berminyak, atau yang memiliki jerawat dan komedo. Namun hati-hati dalam penggunaan, sebab BHA cenderung bisa memberikan efek kulit kering berlebihan, serta tidak dianjurkan bagi ibu hamil.

Hyaluronic Acid (HA)

Jika AHA/BHA berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati, maka HA memiliki fungsi untuk menghidrasi kulit sebagai antioksidan. Penggunaan HA diyakini mampu menjaga elastisitas kulit dan menstimulasi kolagen. Selain di dalam krim, serum, ataupun toner, asam hyaluronat ini juga biasanya ditemukan sebagai bahan utama untuk injeksi filler untuk memberikan volume pada kulit wajahmu.

Polyhydroxy Acid (PHA)

Selain kandungan AHA atau BHA, salah satu kandungan yang bisa digunakan untuk membantu proses eksfoliasi adalah Polyhydroxy Acid atau yang biasa disebut PHA. Walaupun memang belum setenar AHA dan BHA, produk yang mengandung PHA ini cenderung lebih ringan. Atau dalam kata lain, produk ini akan mengeksfoliasi kulit dengan lebih lembut dibandingkan saat kamu menggunakan AHA atau BHA. Hal ini juga mengindikasikan bahwa PHA akan lebih aman untuk digunakan apabila kamu memiliki kulit kering hingga sensitif.

PHA juga memiliki molekul yang lebih besar jika dibandingkan dengan AHA dan BHA, maka dari itu cara kerja dan hasil akhir yang akan tercipta pasti akan terlihat lebih lama. Hal itu terjadi karena memang kulit akan lebih lambat menyerap PHA dibanding dua tipe acids lainnya. Tapi walaupun begitu, PHA tidak kalah ampuh kok dalam mengeksfoliasi kulit wajah. PHA bisa diperoleh dari galaktosa yaitu gula yang digunakan dalam sintesis kolagen dan migrasi sel sehingga bisa membantu percepatan pemulihan luka.

Tidak hanya efektif mengangkat sel-sel kulit mati, PHA juga memiliki sifat melembapkan, mengandung anti-inflamatori, antioksidan, serta punya kemampuan menenangkan kulit. Jadi, selain lebih aman untuk digunakan pada kulit sensitif, produk dengan kandungan PHA juga akan cenderung lebih aman untuk diaplikasikan setiap hari (bisa dengan hitungan 2 minggu penggunaan, 2 minggu rehat pemakaian) sebagai ritual perawatan wajahmu.

Setelah mengetahui beragam fungsi acid, kamu juga harus lebih paham soal cara penggunaannya. Apabila terdapat luka di kulit, seperti luka jerawat, maka hindari penggunaan acid yang punya kemampuan eksfoliasi. Jika kamu tetap menggunakannya di atas kulit yang sedang terluka, alih-alih wajah menjadi flawless, justru kulit akan menyisakan bekas luka menghitam yang mengganggu penampilanmu.

Jadi, kalau ada luka baru di kulit, baiknya biarkan luka tersebut mengering terlebih dahulu. Setelah luka mengering, segera berikan perawatan ekstra untuk memudarkan bekas luka yang kamu miliki dengan Dermatix® Ultra supaya #JanganSetengahSetengah! . Aplikasikan 2 kali sehari selama minimal 8 minggu; perlahan kamu pun akan bisa melihat perubahan yang signifikan. Mau pakai makeup setelahnya? Tak usah khawatir, Karena dermatix bisa ditimpa make up, cukup tunggu 1-2 menit setelah gel dioleskan. Kombinasi skincare yang baik dibantu dengan aplikasi Dermatix® Ultra tentunya bisa bantu mengoptimalkan tampilan kulit wajahmu. Jadi jangan setengah-setengah soal perawatan bekas luka, bila tak segera dirawat bekasnya akan sukar hilang lho! 

Tags : Skincare dermatix #KetahuiCaranya September

Posted on, 27.09.2018