5 Tips Maksimalkan Jogging Buat Pelari Pemula





Siapa yang tak suka olahraga lari? Dikutip dari Journal of Adolescent Health, lari dalam durasi 30 menit yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kualitas tidur, juga membantumu lebih fokus dalam beraktivitas.

Lalu, bagimana caranya supaya kamu bisa memaksimalkan manfaat lari bagi tubuh? Tips ini bisa jadi panduan, terutama bagi pemula yang baru mulai menggeluti aktivitas ini:

Tentukan tujuan

Coba tentukan apa tujuan yang ingin dicapai dengan berlari. Apakah demi tubuh makin langsing, jantung makin sehat, atau untuk sekadar mengisi waktu luang? Tujuan ini menjadi penting untuk ditelaah, karena akan menentukan latihan apa saja yang perlu kamu lakukan dan cara realistis untuk mencapainya.

Pelajari ritme dirimu 

Sama sekali tidak jadi masalah kalau kamu belum bisa lari non-stop. Untuk awal, polanya bisa dimulai dengan jalan kaki, lalu diseling dengan lari santai. Terus gunakan pola ini sekitar 2-3 minggu sampai tubuh kamu terbiasa--terutama dari segi pernapasan. Jika teknik ini sudah kamu kuasai, kurangi sesi jalan kaki dan perbanyak jogging. Terus tingkatkan pace, sampai akhirnya kamu pun bisa berlari cepat, bahkan ikut marathon!

Sedikit tips: Jangan hanya fokus pada kaki, namun juga gerak tangan. Menurut Carolyn Smith, M.D., sports medicine physician dari Marquette University yang juga menulis buku Running for Women, gerakan tangan yang terkoordinasi membuat jumlah kalori yang terbakar akan lebih maksimal.

Perhatikan catatan waktu

Catat pencapaian waktumu di tiap sesi. Tujuannya ialah agar kamu punya rekam jejak latihan dan bisa terus memantau perkembangan. Pasti menyenangkan saat tahu kalau jarak dan kecepatanmu terus membaik. Nah khusus untuk pemula, pencatatan waktu ini juga bisa membantumu mengetahui sampai sejauh mana batas waktu yang tepat untuk tubuh. Jangan memaksakan diri; just take it slow and keep learning!

Pilih waktu terbaik

Orang yang lari di pagi atau malam hari biasanya akan lebih konsisten menjalankan kebiasaannya, dibandingkan mereka yang tidak konsisten memilih jam lari. Mengapa? Sebab kamu jadi tak memiliki mindset untuk latihan; semua hanya didasarkan pada insting sempat atau tidak sempat. Banyak orang lebih memilih berolahraga lari di pagi hari. Selain udara masih segar dan belum panas, kamu juga belum kelelahan dengan aneka beban pekerjaan yang dijalankan sepanjang hari. Namun tentunya sesuaikan dengan waktumu, ya!

Cari partner

Adanya rekan berlari bersama akan memberikanmu semangat tambahan. Gabung dengan komunitas lari juga sangat disarankan, karena biasanya mereka punya program yang fokus mempelajari teknik berlari, pemanasan, strength training, sampai mendeteksi alarm tubuh yang tak beres saat berlari. Senang juga 'kan, kalau bisa networking dengan orang yang memiliki ketertarikan serupa?

Ladies, semoga tips di atas bisa bermanfaat untuk menyiapkan dirimu untuk mulai kebiasaan olahraga lari ya! Sama juga dengan olahraga lain, berlari pun ada risiko tersendiri. Jika jatuh kamu berisiko terluka, atau bisa juga lecet akibat memilih sepatu yang tidak tepat. Lalu apakah ini bikin ragu buat terus berlari? Jangan, dong. Karena tak akan sebanding dengan manfaat yang akan kamu rasakan setelah rutin berlari. Toh luka tinggal dibilas di bawah air mengalir dan pakai cairan antiseptik untuk merawatnya.

Setelah luka mengering, bagaimana dengan bekas lukanya? Tak usah panik, serahkan pada Dermatix® Ultra. Gel topikal ini bekerja membantu meratakan dan memudarkan bekas luka menonjol dan menghitam. Terlebih, Dermatix® Ultra dengan Cyclopentasiloxane Technology (CPX Technology) membuat gelnya lebih mudah diratakan, tanpa terasa lengket di kulit. Gel topikal ini tahan air juga lho, jadi sangat cocok untukmu yang suka berolahraga.

Nah, kalau kulit kembali mulus, pasti kamu jadi makin semangat lari, deh. Jadi, kapan nih jadwal larimu selanjutnya? 

Tags : Resolution PahamiSolusinya Januari dermatix #JanganSetengahSetengah

Posted on, 22.02.2019