5 Prinsip Keselamatan Dapur yang Wajib Diperhatikan






Untukmu yang memiliki hobi memasak, berada di dapur pastilah sangat menyenangkan. Sama pentingnya dengan menu yang kamu buat, keselamatan selama berada di dapur juga harus diperhatikan. Yuk, pahami dulu dasar-dasar keamanan di dapur agar tak melukai diri sendiri maupun orang lain:

1. Interior dan dekorasi

Seperti apasih dekorasi dan interior dapur yang aman? Sebenarnya cukup simpel kok! Mulailah dari membuat permukaan lantai di sekitar dapur sama rata, untuk menghindari terpeleset atau tersandung saat berjalan di dapur.

Selanjutnya untuk kitchen set, kamu bisa pilih perabotan yang terbuat dari kayu berkualitas baik. Selain itu, atur posisi kompor gas dan wastafel dengan jarak berdekatan, untuk mengantisipasi upaya pemadaman yang lebih mudah apabila terjadi kecelakaan akibat kobaran api. Siapkan pula pemadam api kecil di area yang mudah dijangkau dan perhatikan pemasangan fentilasi udara, agar udara panas dalam dapur lebih mudah keluar.

2. Kebersihan dan keamanan peralatan memasak

Pisahkan tempat penyimpanan peralatan masak sesuai kategori. Misalnya siapkan rak khusus yang hanya menyimpan pisau saja, selain itu bedakan pula kompartemen penyimpanan pisau berdasarkan fungsinya. Perlu diingat juga, saat pemakaian hindari menggunakan pisau yang sama untuk memotong daging dan sayur tanpa dicuci terlebih dulu. Hal ini bisa menimbulkan terjadinya kontaminasi silang.

Sama halnya dengan pisau, talenan juga merupakan peralatan dapur yang sangat penting, karena berguna sebagai alas untuk memotong dan mengiris bahan makanan sebelum kita mulai memasak. Ada berbagai macam jenis talenan, seperti kayu, plastik hingga bambu. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Talenan kayu bersifat anti-mikrobial karena bakteri yang terserap ke dalam pori-pori kayu tersebut akan mati. Talenan plastik, memiliki kelebihan yaitu bakteri tidak mudah terserap ke permukaan papan dan biasanya cocok untuk memotong bahan makanan yang masih panas. Sedangkan talenan bambu, teksturnya lebih keras dari kayu, namun tidak cocok bila digunakan untuk mengiris halus bawang.

Penggunaan talenan untuk sayuran dan daging harus selalu dibedakan, tujuannya untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang, yaitu perpindahan kuman seperti campylobacter dan salmonella yang berasal dari daging mentah ke makanan lain melalui perantara benda, salah satunya dari pisau dan talenan. Jadi Ladies, sebaiknya selalu sediakan dua atau lebih talenan khusus untuk daging, sayur dan buah ya.

Selanjutnya untuk penyimpanan, simpan panci yang jarang dipakai dan barang pecah belah di rak paling atas. Pastikan semuanya berada di area yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Letakkan juga tabung gas dekat dengan tempat terbuka dan cukup sirkulasi udara untuk memudahkan pertolongan pertama apabila terjadi kebocoran gas.

3. Perhatikan self-safety

Sebelum mulai memasak, pastikan kamu menggunakan perlengkapan memasak yang aman untuk melindungi dirimu. Bila kamu memasak di dapur profesional, tak ada salahnya memakai perlindungan lebih seperti menggunakan pakaian chef atau baju yang aman saat memasak. Pasalnya, pakaian chef yang identik berwarna putih dan hitam dengan kancing banyak ini memiliki kegunaannya tersendiri lho Ladies.

Selain mencegah keringat masuk ke makanan, bahan baju chef ternyata tahan terhadap api. Didesain khusus untuk memasak, chef jacket memang memiliki kemampuan untuk menyerap cairan panas sehingga tak sampai melewati kulit.

Untuk kamu yang memasak di rumah, menggunakan apron bisa menjadi solusi. Gunanya agar kamu terlindungi dari cipratan minyak panas. Jangan lupa untuk memakai sarung tangan ketika hendak mengangkat peralatan dapur yang panas. Untuk proteksi lebih, kamu bisa menggunakan sepatu khusus ketika akan memasak di dapur yang melindungi kaki kamu seandainya ada peralatan memasak yang jatuh.

4. Penggunaan kompor dan listrik

Ladies, saat kamu menata dapur pastikan agar jarak stop kontak berjauhan dengan sumber api dan air. Sebelum memasang instalasi listrik di dapur, kamu harus mengetahui dulu berapa kebutuhan daya listrik yang diperlukan untuk area dapur. Selanjutnya, posisi stop kontak harus diletakkan di bagian sudut dapur untuk portable appliances. Pastikan posisi stop kontak jauh dari area basah dan gunakan stop kontak tertutup dengan jarak yang dianjurkan, yaitu 50 cm. Gunakan stop kontak terpisah untuk daya besar seperti kompor listrik, oven, dan microwave.

5. Jagalah kebersihan dapur

Setelah selesai beraktivitas di dapur, saatnya membersihkan dapur dan semua peralatan memasak agar jamur dan bakteri tak tumbuh. Jangan hanya meja memasak yang diperhatikan, area lantai juga perlu. Pel dengan cairan khusus pembersih lantai, untuk membersihkan semua tumpahan masakan, sisa minyak, dan kotoran lain yang membuat lantai menjadi licin.

Dengan penataan yang baik, diharapkan kegiatan memasak di dapur pun bisa jadi lebih terjamin keselamatannya. Meski begitu, terkadang kecelakaan kecil seperti luka akibat terkena peralatan dapur yang tajam atau air panas masih saja kerap terjadi. Bila kamu mengalaminya, segera bersihkan luka dengan air mengalir, lalu beri cairan antiseptik pada luka, dan balut lukanya dengan kain kasa.

Kalau kamu sudah berhasil mengatasi lukanya, #JanganSetengahSetengah dan lanjutkan dengan perawatan bekas luka. Caranya? Coba deh segera gunakan Dermatix® Ultra.

Formula CPX Technology dan Vitamin C Ester pada Dermatix® Ultra bisa membantu kamu menghaluskan dan memudarkan bekas luka menonjol. Gel topikal ini tergolong cepat kering saat diaplikasikan. Cocok untuk semua jenis kulit, jadi bisa dipakai oleh seluruh anggota keluarga. Yuk, jangan setengah-setengah merawat bekas luka agar mendapat hasil yang maksimal, dan pastikan selalu ada Dermatix® Ultra ya di aid-kit kamu di rumah! 

Tags : Kitchen bekas luka KenaliBekasLukamu dermatix November

Posted on, 01.11.2018